Sabtu, 24 Oktober 2015
KERUSUHAN AGAMA DI BALAS DENGAN KASIH.
Adanya kerusuhan yang kini marak terjadi, menjadikan bangsa ini mulai luntur rasa persatuaanya.Banyak sekali konflik agama yang terjadi yang merugikan umat manusia mulai dari rusaknya rumah ibadah dan banyak korban mati.Hal yang terjadi ini menjadikan umat manusia saling serang. berbeda dengan umat katolik contohnya saja umat katolik di Temanggung,Jawa Tengah. Umat disana sama sekali tidak marah,tidak dendam dan tidak merasa bahwa itu hal yang menyakitkan. Justru adanya oknum yang merusak gereja mereka justru semakin bersatu dan tidak memiliki rasa ingin membalasnya. ketika kerusuhan terjadi umat katolik justru tolong menolong dalam menyumbang tenaga dan uang untuk membangun gereja. Mereka tidak ingin membalas oknum yang sengaja merusak gereja ,umat-umat katolik ini justru mendoakan agar yang merusak di beri pengampunan.Malahan ada beberapa oknum yang merupakan tetangga mereka, tetapi walaupun tetangga tersebut merupakan oknum yang merusak,mereka tetap berinteraksi dengan baik tidak mempunyai rasa dengki sediktpun.Hal ini yang harusnya menjadi contoh dan teladan kita supaya dalam menanggapi konflik agama sebaiknya kita saling memaafkan. Dan tidak perlu membalasnya, karena dengan cara kita membalas kejahatan orang lain masalah yang kita hadapi semakin runcing.Karena kekerasan tidak perlu di balas dengan kekerasan, karena hal itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Kita harus mencontoh perbuatan umat katolik di Temanggung,Jawa Tengah ini. Bahwa seberapa besar kerugian yang mereka terima bukan merupakan sebuah kesialan namun, ini merupakan pelajaran bagaimana kita untuk menyikapi sebuah kerusuhan dimana kita harus belajar sabar dan tolong-menolong.



Langganan:
Postingan (Atom)